Donderdag 10 April 2014

Tahapan Peningkatan Kualitas Manajemen dan Operasional Perbankan


No
Kegiatan (Pilar IV)
Periode Pelaksanaan
1
Meningkatkan Good Corporate Governance


a.
Menetapkan minimum standar GCG untuk bank umum konvensional dan syariah
2004-2007

b.
Mewajibkan bank untuk melakukan self-assessment pelaksanaan GCG
2007

c.
Mendorong bank-bank untuk go public
2004-2007
2
Meningkatkan kualitas manajemen risiko perbankan


a.
Mempersyaratkan sertifikasi manajer risiko bank umum konvensional dan syariah
2004-2007

b.
Meningkatkan kualitas dan standar SDM BPR dan BPRS antara lain melalui program sertifikasi profesional bagi pengurus BPR dan BPRS
2005-2008
3
Meningkatkan kemampuan operasional bank


a.
Mendorong bank-bank untuk melakukan sharing penggunaan fasilitas operasional guna menekan biaya
2006-2008

b.
Memfasilitasi kebutuhan pendidikan dalam rangka peningkatan operasional bank
2006-2008

Peningkatan kualitas manajemen dan operasional perbankan adalah salah satu hal yang penting untuk kegiatan perbankan. Dimana setiap bank harus melakukan hal ini guna meningkatkan kualitas bank tersebut serta kegiatan operasional bank sehingga bank mendapatkan penilaian yang baik bagi nasabah. 

Dinsdag 01 April 2014

TINGKAT KESEHATAN BANK

PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK
Pasal 3
(1) Bank wajib melakukan penilaian sendiri (self assessment) atas TingkatKesehatan Bank sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (3).
(2) Penilaian sendiri (self assessment) Tingkat Kesehatan Bank sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling kurang setiap semester untuk posisi akhir bulan Juni dan Desember.
(3) Bank wajib melakukan pengkinian self assesment Tingkat Kesehatan Bank sewaktu-waktu apabila diperlukan.
(4) Hasil self assessment Tingkat Kesehatan Bank sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) yang telah mendapat persetujuan dari Direksi wajib disampaikan kepada Dewan Komisaris.
(5) Bank wajib menyampaikan hasil self assessment Tingkat Kesehatan Bank sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kepada Bank Indonesia sebagai berikut:
a. untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara individual, paling lambat pada tanggal 31 Juli untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Juni dan tanggal 31 Januari untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Desember; dan
b. untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara konsolidasi, paling lambat pada tanggal 15 Agustus untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Juni dan tanggal 15 Februari untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Desember.

Menurut saya salah satu syarat berdirinya suatu Bank harus mementingkan Tingkatan Kesehatan Bank tersebut. Dimana tingkat kesehatan bank terdapat di dalam pasal 3. Di dalam pasal terbut diantaranya adalah penilaian bank itu sendiri dimana dilakukan setiap semester untuk mengecek ulang tingkat kesehatan bank tersebut.

sumber : http://www.bi.go.id/id/peraturan/perbankan/Documents/828aa23594154a89aeabab7dc3103805pbi_130112.pdf

Saterdag 04 Januarie 2014

Analisa DFD Jurnal Nilai

Pada tugas analisa DFD ini saya menganmbil salah satu contoh jurnal yaitu jurnal Nilai siswa. Dimana siswa sebagai sumber eksternal lalu siswa memiliki alur data ke 1.0 Penilaian (sebagai proses yang mengubah data)  pada proses ini memiliki data absen,tugas,latihan,dll. Selain itu proses ini juga memiliki sumber eksternal lainnya yaitu Guru yang memiliki data nilai_kepribadian, Nilai_latihan, dll. Kemudian dari proses 1.0 memiliki beberapa alur yang menghubungkan dengan penyimpanan data seperti Data_nilai dengan Header_nilai yang menghubungkan peroses 1.0 dan penyimpanan ke proses 2.0 Pengolahan nilai, diproses ini juga memiliki beberapa alur data yang menghubungkan Id_guru,MaPel,kd_Siswa. Kemudian proses ini memiliki alur data ke sumber eksternal Guru. Selain itu proses 2.0 juga menghungkan alur data ke Detail_rapor dan menghubungkan ke 3.0 Pelaporan lalu alur data selanjutnya menghubungkan ke sumber data (Kepala Sekolah) dan kembali lagi ke pelaporan sebagai hasil akhir(output) dan sistem akan berputar kembali dari 3.0 ke siswa.



Woensdag 01 Januarie 2014

ANALISA JURNAL DFD

ANALISA DFD JURNAL OPTIMIZING THE H.264/AVC VIDEO ENCODER APPLICATION STRUCTURE FOR RECONFIGURABLE AND APPLICATION-SPECIFIC PLATFORMS

Pada dfd ini menjelaskan alur dari suatu proses dimana proses awal 1.0  integer-pixel motion estimation lalu 1.1 sub-pixel motion estimation lalu 1.2 rate-distortion based mode decision lalu diakan melalkukan structur proses ke 2.0 motion compensation atau ke 2.1 intra-prediction, kemudian structur proses 2.0 menuju 3.1 yaitu residue and DCT (chroma)sedangkan 2.1 melakukan proses ke 3.2 yaitu residue and dct (intra luma 16x 16). Lalu proses 3.1 melakukan structure proses ke 5.0 hadamard transform 2x2 dan proses 3.2 melakukan structur data ke 6.0 hadamard transform 4x4 atau proses 3.0,3.1 dan 3.2 melakukan structur data ke 4.0 quanztion selanjutnya 4.0, 5.1, dan 6.1 melakukan structur data ke 9.0 cavlc atau selain ke 9.0 proses 6.1 juga melakukan proses structur data ke 6.2 inverse hadamard transform 4x4 selanjutnya 6.3 inverse quantization luma dc, selanjutnya proses 4.0 melakukan struktur data ke 4.1 yaitu invers quantization, lalu 4.1 melakukan struktur data ke 7.0 inverse dct(inter luma and intra luma) dan 5.2 melakukan structur data ke 5.3 inverse hadamard transform 2x2 dan 4.1 serta 5.3 melakukan structur data ke 7.1 inverse dct (chroma) selain kesini proses 4.1 juga melakukan proses struktur data ke 7.2 inverse dct (intra luma 16x16) 6.1 juga melakukan struktur data ke proses ini. Setelah itu terakhir struktur data ke 11.0 rate controller kemudian kembali lagi ke proses 1.2 dan akan terus berputar pada saat berproses.

Jadi menurut analisas saya bahwa dfd ini menjelaskan bagaimana suatu sistem dirancang untuk mengatur suatu jalannya sistem yaitu sistem aplikasi.





Vrydag 13 Desember 2013

Ringkasan DFD

Data flow diagram (dfd)

Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafis dari aliran data melalui sistem informasi. Hal ini memungkinkan anda untuk mewakili prosesdalam sistem informasi dari sudut pandang data. DFD memungkinkan Anda memvisualisasikan bagaimana sistem beroperasi, apa sistem menyelesaikan dan bagaimana itu akan dilaksanakan, bila disempurnakan dengan spesifikasi lebih lanjut.
       Data flow diagram digunakan oleh analis sistem untuk merancang sistempemrosesan informasi tetapi juga sebagai cara untuk model seluruh organisasi.Anda membangun DFD pada awal pemodelan proses bisnis Anda untukmemodelkan fungsi sistem anda harus melaksanakan dan interaksi antara fungsi-fungsi bersama dengan berfokus pada pertukaran data antara proses. Anda dapatmengaitkan data dengan model data konseptual, logis, dan fisik dan modelberorientasi objek.
Ada dua jenis DFD, baik yang mendukung pendekatan top-down untuk analisis sistem, dimana analis mulai dengan mengembangkan pemahaman umum tentangsistem dan secara bertahap memecah komponen keluar ke lebih rinci:

·         Logical data flow diagrams : adalah implementasi-independen danmenggambarkan sistem, bukan bagaimana kegiatan yang dicapai.

·         Physical data flow diagrams : adalah implementasi-dependent dan menggambarkan entitas aktual (perangkat, departemen, orang, dsb) yang terlibatdalam sistem saat ini. 

  Table penjelasan dfd :
Didalam DFD terdapat 3 level, yaitu :
1. Diagram Konteks : menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.
2. Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar  yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.

3. Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.


Fungsi DFD
Fungsi dari Data Flow Diagram adalah :
o    Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
o    DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
o    DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.


Syarat-syarat pembuatan DFD ini adalah :
1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD
2. Pemberian nomor pada komponen proses
3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat
4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit
5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsiten secara logika
Berikut ini tips-tips dalam membuat DFD :
1.    Pilih notasi sehingga proses yang didekomposisi atau tidak didekomposisi dapat dibaca dengan mudah
2.    Nama proses harus terdiri dari kata kerja dan kata benda
3.    Nama yang dipakai untuk proses, data store, dataflow harus konsisten (identitas perlu)
4.    Setiap level harus konsisten aliran datanya dengan level sebelumnya
5.    Usahakan agar external entity pada setiap level konsisten peletakannya
6.    Banyaknya proses  yang disarankan pada setiap level tidak melebihi 7 proses
7.    Dekomposisi berdasarkan kelompok data lebih disarankan (memudahkan aliran data ke storage yang sama)
8.    Nama Proses yang umum hanya untuk prose yang masih akan didekomposisi
9.    Pada Proses yang sudah tidak didekomposisi, nama Proses dan nama Data harus sudah spesifik
10.  Aliran ke storage harus melalui proses, tidak boleh langsung dari external entity
11.  Aliran data untuk Proses Report .. : harus ada aliran keluar. Akan ada aliran masuk jika perlu parameter untuk mengaktifkan report
12.  Aliran data yang tidak ada datastorenya harus diteliti, apakah memang tidak mencerminkan persisten entity (perlu disimpan dalam file/tabel), yaitu kelak hanya akan menjadi variabel dalam program.
Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yang ada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah :
IDENTIFIKASI ENTITAS LUAR, INPUT DAN OUTPUT
Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar, input dan ouput yang terlibat di sistem.
BUAT DIAGRAM KONTEKS (DIAGRAM CONTEXT)
Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya.
Caranya :
§  Tentukan nama sistemnya.
§  Tentukan batasan sistemnya.
§  Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
§  Tentukan apa yang diterima/diberikan external entity dari/ke sistem.
§  Gambarkan diagram konteks.





BUAT DIAGRAM LEVEL ZERO (OVERVIEW DIAGRAM)
Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks.
Caranya :
§  Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
§  Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).
§  Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
§  Hindari perpotongan arus data
§  Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses).







Sumber :



Donderdag 07 November 2013

DFD


DFD atau diagram arus data adalah untuk menunjukkan hasil proses yang dijalankan data dalam sistem. di dalam dfd ini saya menggunakan dfd tingkat kedua dan menggunakan simbol diagram Yourdon dan DeMarco. disini saya menjelaskan alur atau proses terjadinya suatu sistem penjualan di dalam suatu ukm.





Maandag 04 November 2013

Rangkuman bab 5,6 dan 7



BAB 5 : MEMAHAMI DAN MENDESAIN DATA AKUNTANSI
Basis data (database) adalah pengumpilan data terkait yang komprehensif. Basis data diatur oleh system manajemen basis data (database management system), yang merupakan seperangkat program yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan, memodifikasi, dan menyaring informasi dari basis data.
  1. MENGIDENTIFIKASI DAN MENDOKUMENTASI FILE
Diagram akan digunakan untuk mendokumentasi desain data SIA. Diagram kelas UML dapat digunakan untuk mendokumentasi (a) table-tabel dalam SIA, (b) hubungan antar table, (c) atribut-atribut table.
  1. MENDOKUMENTASI FILE TRANSAKSI
File transaksi akan diperlukan untuk kejadian pesanan, pengiriman, faktur, dan penerimaan kas.
-          Pedoman untuk mengidentifikasi perlunya table transaksi
Bahwa informasi tidak perlu dicatat dalam system computer untuk setiap kejadian. Dengan kata lain, tidak semua kejadian relevan dengan pemodelan data.

-          Tentukan kejadian-kejadian didalam proses
-          Keluarkan kejadian yang tidak perlu dicatat didalam system computer
-          Keluarkan kejadian query dan pelaporan karna mencakup penggunaan data yang telah dicatat didalam SIA
-          Keluarkan kejadian pemeliharaan
  • KEJADIAN DAN TABLE INDUK
Biasanya, system informasi yang mendukung suatu proses memerlukan table transaksi maupun table induk.

1.    Barang/Jasa
2.    Agen
3.    Kas
4.    File Induk buku besar
Secara umum, table induk digunakan untuk menyimpan data yang relative pemanen tentang entitas. Keuntungan penggunaan table induk untuk menyimpan data jenis ini diberikan dibagian selanjutnya.
Manfaat Tabel Induk : Salah satu alasan pembuatan table induk adalah untuk mnghemat waktu entri data dan ruang penyimpanan.
Pedoman Untuk Menetukan Perlunya Tabel Induk : Pedoman untuk mengientifikasi perlunya tabel induk akan dibahas secara terperinci ketika rangkaian tahap-tahap formal untuk membuat diagram kela UML disajikan.
  1. ATRIBUT DAN HUBUNGAN
Analisis digunakan untuk mengidentifikasi transaksi dan tabel induk yang diperlukan.
Tiga konsep yang akan membantu anda memperbaiki desain awal yang dikembangkan dari analisis kejadian : (1) Kunci primer, (2) Atribut terhubung (kunci asing), (3) Kardinalitas hubungan.
  1. Kunci Utama
Kunci Utama (Primary Key) adalah atribut yang secara unik mengidentifikasi record pada tabel.
-          Tabel Pelanggan
-          Tabel Persediaan
-          Tabel Pesanan
  1. Kunci Asing
Kunci Utama (foreign Key) adalah field di tabel yang merupakan kunci utama di beberapa tabel lainnya. Kunci asing digunakan untuk menghubungkan satu tabel dengan tabel lainnya.
-          Kunci asing yang menghubungkan record dengan kejadian dengan record induk
-          Kunci asing yang menghubungkan dua kejadian yang terjaid dalam suatu urutan

  1. Hubungan Antar Tabel
 Kardinalitas hubungan menunjukan berapa banyak keterjadian dari satu jenis entitas (kejadian, sumber daya, atau pelaku) di hubungkan dengan jenis entitas lain. Kardinalitas berikut ini digunakan dalam desain basis data :
-           Satu dengan satu (1:1)
-          Satu dengan banyak / banyak dngan satu (1:m / m:1)
-          Banyak dengan banyak (m:n)
  1. Menentukan Kardinalitas
Setiap pola membuat dua pernyataan independent tentang hubungan antar entita. Juga, sis kejadian dari hubungan mengacu pada keterjadian sepanjang waktu.
  1. Siginifikasi konsep untuk aplikasi basis data
-          Mengimplementasi dokumen dan laporan
-          Mengimplementasi formulir input
-          Mengontral data SIA L Integritas referensial
  1. PENDESAINAN DATA DENGAN DIAGRAM KELAS UML (CONTOH MENYELURUH)
Empat langkah dasar yang perlu diambil untuk mengembangkan data dengan menggunakan diagram kelas UML.
  1. Letakkan tabel (file) transaksi yang diperlukan pada diagram kelas UML.
  2. Letakkan tabel (file) induk yang diperlukan pada diagram kelas UML
  3. Tantukan hubungan yang diperlukan antar tabel
  4. Tentukan atribut yang diperlukan.

Bab 6. MEMAHAMI DAN MENDESAIN QUERY DAN LAPORAN
Sistem manajemen basis data adalah sekumpulan program yang memungkinkan anda untuk masuk, mengorganisasi dan mendapatkan kembali informasi dari suatu basis data. Query adalah permintaan informasi dari basis data. Pernti lunak manajemen basis data menyediakan fungsi-fungsi pembuatan tabel, memasukkan data ke tabel, dan memperoleh kembali informasi melalui query. Penyedia peranti lunak basis data lainnya adalah oracle, IBM, dan informix. Query adalah instruksi memporoleh kembali informasi dan tabel. Laporan adalah penyajian data yang terpola dan tersusun. Sebagai pengguna, perancang dan evaluator sistem akuntansi, akuntan diharapkan memahami dan mampu menginterprestasikan berbagai macam laporan.
Query
Query adalah elemen penting basis data relasional.
Spesifikasi query :
-       query satu tabel
-       query banyak tabel
Jenis-jenis laporan :
Laporan daftar sederhana adalah daftar transaksi penjualan. Laporan ringkasan hanya memberikan ringkasan angka-angka penjualan, seperti total penjualan untuk setiap produk, tanpa mendaftar masing-masing transaksi penjualan. Dan terakhir adalah laporan entitas tunggal seperti faktur penjualan hanya memberikan perincian mengenai satu kejadian. Laporan lainnya mungkin memfokuskan pada data di tabel induk dan menyajikan data acuan dan ringkasan di record induk.
Daftar Acuan hanya melaporkan data acuan yang diambil dari tabel induk. Data acuan tidak terpengaruh oleh kejadian. Laporan Status menyediakan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen. Data ringkasan adalah data di record barang, jasa atau agen yang meringkas hasil-hasil transaksi masa lalu. Laporan Status perincian Berkelompok menampilkan data ringkasan dan biasanya beberapa data acuan mengenai barang, jasa atau agen maupun kejadian yang menyebabkan perubahan data ringkasan.
Laporan seperti itu diambil dari record barang/jasa/agen dan record kejadian. Laporan Ringkasan Status mendaftar data acuan dan data ringkasan mengenai barang, jasa atau agen. Laporan Status Satu barang/Jasa/Agen biasanya menyediakan data terperinci dan mencakup data acuan maupun data ringkasan untuk satu entitas seperti pelanggan, pemasok, atau unsur persediaan sebagai contoh seperti rekening pelanggan bulanan, kredit barang, dll.
Bab 7.  Memahami dan Mendesain Formulir
Hubungan Antara Formulir Input dan Tabel
Terdapat tiga hubungan antara table dan formulir. Hanya hubungan pertama saja yang memiliki hubungan satu dengan satu antara formulir dan table.
Jenis-jenis Formulir Input
Formulir yang digunakan untuk entri data dikelompokkan menjadi tiga jenis: formulir entri satu record, formulir entri bentuk table, dan formulir entri multitabel.
Mengidentifikasi Formulir yang Diperlukan ebutuhan akan formulir tergantung pada data apa yang perlu dikumpulkan dan bagamana data tersebut akan dikumpulkan. Untuk memahami bagaimana bagaimana data dikumpulkan di sebuah perusahaan, seorang evaluator atau perancang dapat mengembangkan sebuah daftar cara di mana sistem digunakan. UML use case dapat digunakan untuk membuat model interaksi antara pengguna dengan system. Kita akan menggunakan konsep use case sebagai alat dokumentasi. Use case adalah urutan langkah-langkah yang terjadi ketika “pelaku” sedang berinteraksi dengan system untuk suatu tujuan tertentu. Pelaku dapat berupa orang, computer atau bahkan system lain.
Ada satu alat yang dapat digunakan sebagai bantuan dalam mengembangkan diagram use case adalah kerangka kerja CRUD. CRUD kepanjangan dari Create Read Update dan Delete.

Mendokumentasikan Isi dan Organisasi Formulir: Pola Desain Formulir